Cara Bercerita dengan Penghayatan yang Menarik

Penasains Cara Bercerita dengan Penghayatan yang Menarik – Pernahkah anda disuruh oleh guru anda untuk bercerita mengenai suatu hal, misalnya bercerita tentang cerita lucu atau cerita pengalaman anda. Nah sebaiknya anda memahami aspek yang perlu diperhatikan ketika berbicara dengan baik. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan agar mampu bercerita dengan penghayatan yang menarik adalah suara, lafal, intonasi, gesture, dan mimik.

Kemudian ketika anda bercerita maka suara harus jelas terdengar oleh orang lain. Demikian juga masalah lafal. Semua bunyi, baik vokal maupun konsonan, harus jelas. Bunyi vokal, seperti /a/,/i/, /u/, /e/, /o/, harus dapat dibedakan dengan jelas.

Buku cerita Salah satu contoh buku cerita

Selain itu, intonasi juga harus diperhatikan. Intonasi adalah alunan nada dalam melafalkan kata-kata. Jadi, ada kata-kata yang perlu dilafalkan berdasarkan tempo (cepat atau lambat) dan tekanan (keras atau lembut). Hal ini dimaksudkan agar cerita yang kita sampaikan tidak monoton.

Tempo dan tekanan terhadap kata-kata dalam bercerita harus didasarkan kepada nada dan suasana cerita. Nada dan suasana haru, misalnya, akan lebih tepat jika dilafalkan dengan tempo yang lambat dan tekanan yang lembut. Hal ini berbeda jika untuk nada marah. Untuk nada marah harus dilafalkan dengan tempo cepat dan tekanan yang keras.

Suara, lafal, dan intonasi tersebut perlu didukung oleh gesture(gerak-gerik anggota badan) dan mimik (gerak-gerik roman muka). Penggunaangesture, misalnya, gerak tangan, harus sesuai dengan suasana cerita dan tidak boleh berlebihan. Mimik harus mampu memancarkan nada dan suasana cerita. Mimik orang sedih tentu berbeda dengan mimik orang bergembira, marah.

Semoga informasi mengenai Cara Bercerita dengan Penghayatan yang Menarik ini bisa bermanfaat buat anda.

Labels: Bahasa Indonesia

Thanks for reading Cara Bercerita dengan Penghayatan yang Menarik. Please share...!

0 Komentar untuk "Cara Bercerita dengan Penghayatan yang Menarik"

Back To Top