Pengertian Anekdot Ciri – Ciri Anekdot dan Contoh Anekdot

Pengertian Anekdot, Ciri – Ciri Anekdot  dan Contoh Anekdot – Tahukan anda tentang pengertian anekdot? atau tahukah anda ciri-ciri anekdot? nah kalau belum tahu anda tepat membaca tulisan berikut ini. Anekdot sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari namun secara tatanan bahasa indonesia yang baik kita sebaiknya memahami apa sih arti dari anekdot tersebut dan apa yang membedakannya dengan yang lain oleh karenanya kita juga perlu tahu tentang ciri-ciri dari anekdot tersebut.

Pengertian Anekdot, Ciri – Ciri Anekdot dan Contoh Anekdot

A. Pengertian Anekdot

Anekdot adalah sebuah cerita singkat yang lucu dan menarik, yang mungkin menggambarkan tentang kejadian tertentu atau orang sebenarnya.

Anekdot terkadang bersifat menghibur, namun anekdot bukanlah hanya suatu lelucon, hal ini karena tujuan utama anekdot adalah tidak hanya membangkitkan tawa si pembaca, tetapi untuk mengungkapkan kebenaran yang lebih umum daripada kisah singkat tersebut.

Anekdot terkadang bersifat sindiran alami. Nah, sudah tahukan yang dimaksud dengan ANEKDOT selanjutnya berikut ini ciri-cirinya.

B. Ciri-Ciri Anekdot

Ciri-ciri anekdot antara lain sebagai berikut :

  1. Hampir menyerupai seperti dongeng.
  2. Menceritakan hewan dan manusia secara umum dan realistis.
  3. Bersifat humor, menyindir, dan lelucon dan yang terakhir
  4. Memiliki tujuan tertentu.

Pengertian Anekdot, Ciri – Ciri Anekdot  dan Contoh Anekdot

Salah satu contoh anekdot dengan karikatur

C. Contoh Teks Anekdot

Bebas dari Kemiskinan

Barack Obama: Ya Tuhan, kapan rakyatku akan bebas dari kemiskinan?
Tuhan: 25 Tahun lagi
Obama: *menangis tersedu-sedu
Tony Abbott: Ya Tuhan, kapan rakyatku bebas dari kemiskinan?
Tuhan: 20 tahun lagi
Abbott: *menangis tersedu-sedu
Jokowi: Ya Tuhan, kapan rakyatku bebas dari kemiskinan?
Tuhan: *menangis tersedu-sedu

Nah itulah artikel yang sempat PenaSains.com tuliskan semoga bisa bermanfaat khususnya bagi anda yang sedang memiliki tugas terkait dengan dengan anekdot itu Pengertian Anekdot dan Ciri – Ciri Anekdot

Peta Konsep dalam Memahami Bacaan Bahasa Indonesia

Peta Konsep dalam Memahami Bacaan Bahasa Indonesia – Ketika kita memelajari bahasa indonesia di kelas XI SMA maka bab I yang akan kamu dapatkan adalah bab pendidikan. Hidup akan lebih bermakna dengan membaca hal-hal yang baru sehingga ilmu itu akan terus bertambah ke dalam otak kita.

"Dengan membaca, kita dapat merengkuh dunia". Begitulah ungkapan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Apa artinya kita memiliki pikiran, jika kita tidak dapat menambah informasi ke dalam otak kita? Kegiatan membaca adalah upaya yang dapat membawa kita bertualang ke dalam ilmu pengetahuan. Sudahkah Anda menjadikan perpustakaan, toko buku, atau taman bacaan sebagai rumah kedua Anda?

Peta Konsep dalam Memahami Bacaan Bahasa Indonesia

Peta Konsep dalam Memahami Bacaan Bahasa Indonesia

Ini Peta Konsepnya

Bagaimana sudah tahukan Peta Konsep dalam Memahami Bacaan Bahasa Indonesia. I hope you understand about my post.

Unsur-unsur Intrinsik dalam Cerita

Unsur-unsur Intrinsik dalam Cerita

Penasains Unsur-unsur Intrinsik dalam Cerita – Dalam sebuah cerita kita mengenal yang namanya unsur intrinsik. Nah, apa saja unsur tersebut simak ulasannya di bawah ini:

Unsur-unsur Intrinsik dalam Cerita

a. Tema dan amanat

Tema adalah pokok persoalan yang mendasari adanya sebuah cerita. Oleh karena itu, untuk menemukan tema sebuah cerita, pembaca kemudian harus tuntas dalam membaca cerita tersebut. Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan oleh pengarang cerita kepada pembaca. Pesan moral biasanya berupa petuah luhur tentang akhlak dan budi pekerti.

b. Latar (setting)

Latar berkaitan dengan tempat, waktu, dan juga suasana berlangsungnya cerita. Dengan adanya latar yang jelas, maka akan pembaca memperoleh gambaran seolah-olah peristiwa yang dikisahkan dalam cerita benar-benar terjadi.

c. Penokohan

Penokohan adalah pencitraan/penggambaran watak terhadap tokoh cerita. Mutu sebuah cerita banyak ditentukan oleh kepandaian pengarang dalam menghidupkan watak tokoh-tokohnya. Secara umum, ada tiga jenis tokoh dalam cerita:

1. Tokoh utama (protagonis).

Yaitu tokoh sentral dalam cerita. Tokoh ini mewarnai seluruh rangkaian cerita, dari awal hingga akhir. Biasanya, tokoh utama digambarkan oleh pengarang sebagai tokoh ”putih”, yakni tokoh yang berwatak baik. Namun, ada juga tokoh utama yang digambarkan lucu atau unik.

2. Tokoh lawan (antagonis)

antagonis adalah tokoh yang selalu menentang kehadiran tokoh protagonis. Biasanya, tokoh antagonis digambarkan oleh pengarang sebagai tokoh ”hitam”, yakni tokoh yang berwatak jahat.

3. Tokoh pendamping (tritagonis)

Tritagonis adalah tokoh penengah yang berusaha meredakan ketegangan antara tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh pendamping sangat berperan ketika cerita akan berakhir.

Sekian informasi mengenai Unsur-unsur Intrinsik dalam Cerita semoga bisa membantu anda untuk memahami unsur intrinsik.

Cara Bercerita dengan Penghayatan yang Menarik

Penasains Cara Bercerita dengan Penghayatan yang Menarik – Pernahkah anda disuruh oleh guru anda untuk bercerita mengenai suatu hal, misalnya bercerita tentang cerita lucu atau cerita pengalaman anda. Nah sebaiknya anda memahami aspek yang perlu diperhatikan ketika berbicara dengan baik. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan agar mampu bercerita dengan penghayatan yang menarik adalah suara, lafal, intonasi, gesture, dan mimik.

Kemudian ketika anda bercerita maka suara harus jelas terdengar oleh orang lain. Demikian juga masalah lafal. Semua bunyi, baik vokal maupun konsonan, harus jelas. Bunyi vokal, seperti /a/,/i/, /u/, /e/, /o/, harus dapat dibedakan dengan jelas.

Buku cerita Salah satu contoh buku cerita

Selain itu, intonasi juga harus diperhatikan. Intonasi adalah alunan nada dalam melafalkan kata-kata. Jadi, ada kata-kata yang perlu dilafalkan berdasarkan tempo (cepat atau lambat) dan tekanan (keras atau lembut). Hal ini dimaksudkan agar cerita yang kita sampaikan tidak monoton.

Tempo dan tekanan terhadap kata-kata dalam bercerita harus didasarkan kepada nada dan suasana cerita. Nada dan suasana haru, misalnya, akan lebih tepat jika dilafalkan dengan tempo yang lambat dan tekanan yang lembut. Hal ini berbeda jika untuk nada marah. Untuk nada marah harus dilafalkan dengan tempo cepat dan tekanan yang keras.

Suara, lafal, dan intonasi tersebut perlu didukung oleh gesture(gerak-gerik anggota badan) dan mimik (gerak-gerik roman muka). Penggunaangesture, misalnya, gerak tangan, harus sesuai dengan suasana cerita dan tidak boleh berlebihan. Mimik harus mampu memancarkan nada dan suasana cerita. Mimik orang sedih tentu berbeda dengan mimik orang bergembira, marah.

Semoga informasi mengenai Cara Bercerita dengan Penghayatan yang Menarik ini bisa bermanfaat buat anda.

Jenis-Jenis Dongeng

Penasains Jenis-Jenis Dongeng – Saat kecil anda mungkin pernah diceritakan dongeng oleh orangtua anda, baik itu dongen dari daerah anda sendiri maupun dongen dari daerah lain, seperti misalnya sangkurian, gunung tangkuban perahu  dan lain sebagainya.

Di sekolah juga biasanya pada pelajaran bahasa indonesia kita disuguhi bacaan yang berupa teks cerita seperti dongeng.

Tahukan anda bahwa dongeng termasuk dalam prosa lama yang cenderung bersifat imajinatif, didaktif, anonim, dan bentuk maupun isinya statis. Isi dongeng biasanya semata-mata hanya berdasarkan khayalan dan kemudian disampaikan secara lisan dalam penyebarannya. Jenis dongeng antara lain sebagai berikut ini:

Jenis-Jenis Dongeng

1. Fabel

Fabel adalah dongeng tentang binatang, misalnya, Kancil Yang Cerdik dan Bayan Budiman.

dongeng Ilustrasi dongeng si kancil

2. Legenda

Dongeng legenda merupakan dongeng yang isinya dikaitkan dengan keunikan atau keajaiban alam, misalnya seperti Asal-usul Kota Banyuwangi danSangkuriang.

3. Sage

Dongen jenis sage ini adalah dongeng yang mengandung unsur-unsur sejarah, contohnya seperti Damarwulan dan Terjadinya Kota Majapahit.

4. Mite

Nah untuk dongen mite merupakan dongeng yang bercerita tentang dewa-dewa atau makhluk lain yang dianggap mempunyai sifat kedewaan dan sakral, seperti Cerita Gerhana,Nyi Loro Kidul dan Hikayat Sang Boma.

5. Epos

Epos merupakan wiracarita atau dongeng tentang kepahlawanan, misalnya Ramayana dan Mahabarata.

6. Dongeng jenaka

Sesuai dengan namanya dongeng ini menceritakan tentang kebodohan atau perilaku seseorang yang penuh kejenakaan atau lelucon seperti Pak Pandir, Pak Belalang, Si Lebai Malang, dan Abu Nawas yang terkenal.

Sekian info mengenai Jenis-Jenis Dongeng semoga bisa bermanfaat buat anda mengenal salah satu bahan bacaan yang cukup menarik ini yaitu dongeng.

Back To Top